you’re beautiful final chapter 1


You are Beautiful Final

pemain :
1.    Jang Geun Seok as Huang Tae Kyung
2.    Jung Yong Hwa as Kang Shin Woo
3.    Park Shin Yie as Go Min Nyu and Go Min Nam
4.    Lee Hong Ki as Jeremy
5.    Norma Fitra Pusta Rahma as Noe
6.    Faza Kausara as Sara
7.    Brilian Oktaviana as Ktavia
8.    Rinta Krida Lukmana, S.Kom as himself
9.    dll.. lsp.. etc..
Jika ada kesamaan nama, karakter, maupun kisah maka itu adalah kesengajaan penulis untuk mengutip dari nama, karakter, dan kisah yang ada.

pembukaan
konser A.N.JELL di Korea
tiga mahasiswa  teknik sistem komputer universitas terkemuka asal Indonesia disertai pendamping mereka tiba di Korea, merekapun turun dari pesawat.
Mahasiswa pertama sebut saja Sara, dengan potongan rambut pendeknya mirip Hero Jejung dan gaya tomboi berwarna-warni.
Mahasiswa kedua sebut saja Noe, dengan potongan rambut sebahu mirip Eun Seong Briliant Legacy, dan gaya feminim dewasa serba ungu.
Mahasiswa ketiga sebut saja Ktavia, dengan potongan rambut layer sepunggung, dan gaya casual asal tabrak.
Dan Pendamping mereka, sebut saja Bapak Rinta Krida Lukmana, selaku dosem pembimbing sekaligus dosen wali.
Sara : “Akhirnya, hal yang telah lama kuinginkan.”
Noe : “Geun Seok, aku datang.”
Ktavia : (menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya sekaligus) “Jadi gini tho aromanya. Korea.”
Bp Rinta : (tersenyum dengan kekhasannya)

beberapa hari kemudian….
di dorm para mahasiswa….
Bp Rinta : “Cah, maaf yo tapi aku harus balik ke Semarang. Tugasku udah kelar buat nganter kalian.
Sekarang kalian aku tinggal di sini yo. Jaga diri kalian. Jo nggolek masalah. Selalu bawa paspor sama KTP biar gak dikira TKW gelap. OK.”
Noe : “Lho, Pak terus kita-kita ini disini gimana ?”
Sara : “Duit sangu kita kan cuman dikit Pak. Mana cukup buat idup orang betiga slama sesemester.
Kerja sambilanpun paling gajinya pas-pasan. Trus piye jal ?”
Ktavia : “Ha.. (manthuk-manthuk tanpa ekspresi). Tabunganku yang sepuluh juta juga kayaknya gak bakalan cukup.
Lagian bangsane Upik, Arvi, Najib,  Eve mbek cah-cah laine mbarang podo nitip barang aneh-aneh. Masa mesti puasa senen kemis Pak ?”
Pak Rinta : “Yo wis. Karna aku baik hati maka kalian tak tinggali duit sakcukupe sik ae yo. Aku berangkat dulu.
Jangan nangis. Kalo ada apa-apa  chat aja. Telpun mahal. Entar kena roaming.”
Lalu Pak Rinta pun pergi dengan naik taxi menuju bandara dan pulang ke Indonesia.

Beberapa hari kemudian mereka mulai terbiasa di Korea. Berangkat kuliah naik bis. Belanja di minimarket 24jam Korea.
Ndengerin plus nonton acaranya Korea. Nggak kalah penting lainnya mereka mulai tahu lokasi-lokasi beserta jadwal para artis idola mereka.
Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengunjungi SBS tempat SHINee melakukan kegiatan mereka.

Episode ke-I
Kerumunan penggemar SHINee yang terus mengelu-elukan nama mereka berkumpul di depan SBS termasuk didalamnya ada Sara dan Noe.
Disisi lain Ktavia yang ikut-ikutan aksi mereka ternyata justru melihat pemandangan yang tidak diinginkan dan tidak disangka-sangka.
Ki Bum sang artis idalanya sekaligus dambaannya menggandeng tangan seorang gadis kemudian memberikan kecupan di pipi sang gadis.
Ia hanya bisa berdiri diam dengan perasaan tak percaya sekaligus terkejut setengah mati.
Sara yang berdesak-desakan dengan para SHINee WORLD lainnya pun tak sanggup lagi dan jatuh tersingkir ke belakang.
Secara tak disangka-sangka ia malah ditolong seorang pria tak dikenal. Siapapun  pria itu yang pasti ia bak pangeran berkuda hitam
(ketika itu si pria tak dikenal memakai bau berwarna hitam_pangeran berkuda putih Sara adalah Xiah Junshu) dimata Sara tapi walau bagaimanapun ia tetap keren.
Pria tak dikenal : (mengulurkan tangannya) “daijobu ?” (dalam bahasa Korea)
Sara : “Ye,, I’m fine,, tankyou,, Ano,, apa kau seorang pangeran ?” (dalam pandangan Sara, Shin Woo terlihat seperti seorang korban
penyerangan dengan kotoran pada film Attack on The Pin-Up Boys, SuJu)
Pria tak dikenal : “He….”
Teman dari pria tak dikenal datang menghampiri mereka.
Teman dari pria tak dikenal : “Kau sedang apa ? Cepat jalan. Heh, siapa orang ini tampangnya bodoh sekali.”
tiba-tiba Noe datang
Noe : “Heh..!! Kau ini ada cewek jatuh bukannya ditolong malah dimarah-marahi, dasar cowok gak punya ati !! (marah-marah dengan nada tinggi ala Noe)
melihat temannya yang mulai melotot dan makin marah si pria tak dikenal segera mengajak temennya pergi segera sebelum terjadi perkelahian mulut antara keduanya.
Keluar dari mobil yang sama, seorang teman mereka.
Teman lainnya : (menabrak Ktavia) “Oh.. mianhae….” (terkejut melihat Ktavia meneteskan air mata dengan tatapan mata kosong linglung)
Pria tak dikenal : “Jeremy ayo….”
Teman lainnya : “Oh.. Iya.. tunggu aku.”

Malamnya di kediaman A.N.JELL
Huang Tae Kyung : (kesal tak jelas ala Huang Tae Kyung) “Siapa gadis itu berani-beraninya marah padaku, seorang idola sepertiku. Benar-benar keterlaluan.”
Di sisi lain
Jeremy : “Kenapa ? (bingung) Kenapa dia menangis ?” (masih bingung)
Shin Woo : “Min Nam, tadi kau kenapa tiba-tiba saja tidak bisa ikut latihan ? Dari tadi ku perhatikan kau tampak tak tenang dan mukamu juga pucat.
Apa terjadi sesuatu ?”
Go Min Nam : (bicara perlahan) “Min Nyu.. d.. dia.. dia mengalami kecelakaan, sekarang dia masih di ICU.”
Tae Kyung : “Apa ?! Jangan bercanda kau ! Di rumah sakit mana ? Sekarang dia di rumah sakit mana ?!

Di dorm para mahasiswa Indonesia
Sara : (mengkhayalkan pria tak dikenal sambil ketawa-ketiwi gak jelas) “hmm…. kukoiiii…. maaf Onew…. mianhae Xiah oppa….
gomeneh Kyujong oppa…. yang ini asli dan ada di depan mata…. calon suamiku…. siapakah dikau oppa ?”
Ktavia : (makan nasi+kimchi dengan sedihnya mengingat kejadian siang tadi di SBS)
Noe yang melihat mereka dan merasakan aura-aura aneh mereka berdua tetap melanjutkan belajarnya dengan penuh konsentrasi.

Keesok harinya di kampus
Noe : “Vi, tau gak ?katanya Ki Bum udah punya pacar lho. Padahal kamu mikirnya dia bakal konsen ke film dulu kan baru entaran nyari calon istrinya.
Eh gak taunya malah udah ada calonnya sekarang. Katanya sih pasangan mainnya di drama terbarunya itu. Gak disangka ya.”
Ktavia : (masih dengan muka lesu tanpa ekspresi sejak kejadian di SBS)
Sara : “Berarti cinlok dong. Untung bukan Xiah, Onew, ataupun Kyujong.”
Ktavia : “Aku pulang duluan ya. Abis ini aku udah gak ada kelas lagi. Sekalian mau mampir  beli teh ma kimchi. Di rumah dah abis. (berjalan perlahan tanpa semangat)
Sampe ketemu di rumah. (melambaikan tangan sambil terus berjalan)”

Di rumah sakit
Setelah berjuang keras untuk bangun dan kembali melihat dunia akhirnya Go Min Nyu meninggal. Semuanya benar-benar terpukul.
Terutama Tae Kyung, ia masih tidak percaya Min Nyu meninggal secepat ini. Padahal baru saja mereka bersatu kembali dan berjanji untuk saling menjaga satu sama lain.
Manajer Ma : “Aku tahu kalian sedih, aku juga tapi sebaiknya kalian pulang. Setelah ini jenazahnya dibawa ke desanya dan
akan diadakan upacara pemakaman Min Nam di sana. (menangis tersedu-sedu) Kenapa kau ini cepat sekali pergi ? Dimana Jeremy ?
Shin Woo, apa kau melihatnya ?”
Shin Woo : “Benar, Jeremy tidak ada. (melihat sekeliling memastikan Jeremy tidak ada). Mungkin dia terlalu syok jadi dia pergi duluan.”
Manajer Ma : “Aku harap dia baik-baik saja.”

Di trotoar menuju minimarket
Ktavia : (berjalan perlahan menuju minimarket) “Hah.. ini kan minimarketnya.. (masih berjalan terus melewati minimarket) Heh.. kelewatan..
(menengok ke arah minimarket masih dengan tanpa semangat dan tanpa ekspresi) Ya udahlah. Mampirnya lain kali aja ya.”
Masih di trotoar tapi kali ini menuju halte bus
Ktavia : “Ada halte. Pulang aja deh.” (berjalan perlahan menuju halte masih dengan tanpa semangat dan tanpa ekspresi)

Di dalam bus, duduk di kursi kedua dari belakang sebelah kanan pojok.
Ktavia : (menundukkan kepala sambil menangis tanpa suara ala Vi) “Kenapa aku mesti tahu semua ini. Andai aku buta,
aku pasti nggak akan ngeliat kejadian itu. Andai aku tuli, aku pasti nggak akan dengar semua berita itu. Andai aku nggak brilliant,
aku pasti nggak bakal ada di Korea untuk tahu semua ini. Kenapa ?”
Bus berhenti dan seorang penumpang lain naik.
Ktavia menghapus air matanya dan mengangkat kepalanya mencoba melihat penumpang tersebut.
Penumpang itu berjalan perlahan lalu menempatkan duduknya di kursi kedua dari belakang sebelah kiri. Lalu ia mulai menangis.
Ktavia : (meletakkan kepalanya di sandaran kursi di depannya sambil memandang penumpang tersebut)
(dalam hati “ada begitu banyak hal yang terjadi di dunia ini, kenapa justru kejadian yang begini buruk yang menimpa kami,
adakah hal yang lebih buruk dari kehilangan apa yang telah menjadi sumber kekuatan selama ini ? seseorang yang telah membuatku berjalan sejauh ini,
hingga aku berada disini, dan kini aku benar-benar tak tahu harus kemana.”)
Setelah tangisannya mereda si penumpang lain itu secara perlahan menoleh ke kanan pada Ktavia.
Seakan saling mengenal, mereka berdua bertatapan untuk sekian menit dengan wajah keduanya yang habis menangis.
Penumpang lain : “Bukankah kau yang waktu itu menangis setelah bertabrakan denganku ?”
Penumpang lain : “Wae.. ?”
Ktavia : (tersenyum simpul) “Bukan karena kau. Aku menangis karena aku baru saja kehilangan seseorang yang penting bagiku. Kau sendiri, kenapa menangis ?”
Penumpang lain : “Aku juga baru saja kehilangan orang yang penting bagiku. Walaupun dia bukan milikku tapi aku pernah mencintainya.
Dan rasanya benar-benar menyakitkan kehilangan orang yang sama untuk kedua kalinya.”
Ktavia : “Ternyata kau mengalami hal yang sama denganku. Tahu tidak, sebenarnya cara yang paling baik untuk menghapuskan kesedihan
adalah dengan menceritakan dan membaginya dengan orang lain, tapi terkadang orang lain tidak bisa mengerti keadaan kita sehingga rasanya
kita tak bisa membaginya dengan orang lain karena mereka tidak bisa menerimanya.”
Penumpang lain : “Karena itulah aku selalu kemari. Membiarkan bus ini membawaku pergi dan mengembalikanku ke tempat semula,
dengan begitu aku bisa kembali menjadi diriku yang biasanya.”
Ktavia : “Tidak membiarkan seorangpun tahu kesedihanmu. Membiarkan semuanya pergi dan menghilang.
Hanya menunjukkan senyuman dan tawa di depan semua orang. (tersenyum simpul) Aku harap aku bisa melakukannya. Sebaik yang kau lakukan.”
Penumpang lain : “Kau mau ikut denganku ?”
Ktavia : “Kemana ?”
Penumpang lain : “Menemukan kembali senyuman dan tawamu, apa kau mau ikut ?”
Ktavia : “Tentu. Asal kau mau menjamin aku akan memperoleh kembali tawaku .”
Penumpang lain : “Tidak masalah.” (bangkit dari tempat duduknya dan menghentikan bus)
Mereka berdua pun turun dari bus, kemudian pria itu mengajak Ktavia naik sepeda motornya dan merekapun bersenang-senang berkeliling kota.

Di dorm
Sara : (marah-marah) “Kau ini dari mana saja jam segini baru pulang. Membuat khawatir orang saja. Hampir aja kita lapor polisi.
Ini tu  Seoul Korea bukan Semarang. Kamu gak bisa seenaknya sendiri. Gimana kalo terjadi sesuatu sama kamu.
Siapa yang mau tanggung jawab coba. Mana Pak Rinta udah balik ke Semarang pula. Kalo nyampe ada apa-apa sama kamu gimana coba. Hah !”
Ktavia : “Maaf…. Tapi yang penting aku udah pulang kan. (tersenyum lebar)”
Sara : “Kamu tu ya bisa-bisanya.”
Noe : “Mana teh dan kimchinya ?”
Ktavia : “Oh iya, aku lupa.” (memasang muka oon tanpa dosanya)

Beberapa hari kemudian setelah pemakaman Min Nyu
Di kampus
teman kuliah penggemar A.N.JELL : “Eh tau nggak sih. Katanya lusa A.N.JELL mau ngadain konser perpisahan buat adeknya Min Nan yang meninggal beberapa hari yang lalu. Kasihan ya, padahal adeknya baru aja meninggal tapi Min Nan udah harus konser sama grupnya. Gimana kalo besok kita pergi bareng ?”
Sara : “Boleh. (dalam hati “siapa tahu bisa ketemu pangeran berkuda hitamku ”) Ntar kita pergi berempat ya sama Noe juga Ktavia.”

Konser A.N.JELL di SBS
Semua penggemar bersorak mengikuti tiap lagu yang dibawakan grup band idolanya itu.
Seusai konser, para penggemar berkerumun berebut meminta tanda tangan.
Teman kuliah penggemar A.N.JELL : “Kalian bantu aku minta tanda tangan ya. Noe minta sama Jeremy, Sara minta sama Huang Tae Kyung,
Ktavia minta sama Shin Woo oppa, dan aku akan minta pada Min Nam oppa.”
Sara : “Vi…. tukeran yuk….” (dengan penuh harap plus masang muka memelas)
Ktavia : “Hee…. trus aku ke siapa donk kalo gitu.. ?”
Sara : “kamu minta ma Huang Tae Kyung ya….” (menunjuk ke arah Huang Tae Kyung)
Merekapun mulai berebut meminta tanda tangan pada para artis tersebut. Sara dengan panuh semangat
berdesak-desakan dengan penggemar lainnya untuk meminta tanda tangan dari Shin Woo.
Begitu pula dengan yang lain, dengan berbagai cara mengusahakan untuk mendapat tanda tangan sang artis.
Noe : (berfikir) “kenapa aku harus ikut-ikutan berebut dan berdesak-desakan. Memang siapa dia,
membuatku harus melakukan semua ini. Tapi apa boleh buat, aku pakai cara ini saja. (berjalan ke arah kerumunan penggemar Jeremy lalu berteriak) ULAR..!!”
Seketika kerumunan itu langsung berbalik memandang ke arah Noe dan tanpa basa-basi Noe langsung menerobos kerumunan langsung berhadapan dengan Jeremy.
Noe : (tersenyum simpul dan menyodorkan kertas untuk tanda tangan)
Disisi lain Ktavia berusaha masuk dalam kerumunan penggemar Tae Kyung tapi tetap saja gagal. Hingga saat-saat terakhir
Huang Tai Jin pergi meninggalkan penggemarnya. Huang Tai Jin pun pergi meninggalkan kerumunan penggemar diikuti anggota lainnya.
Di belakangnya, Jeremy mengikuti. Karena tidak hati-hati ia menabrak seorang penggemar. Buku untuk meminta tanda tangannya terjatuh.
Jeremy : (mengambil buku yang terjatuh) “Mianhae..” (terkejut) “Kau….”

soundtrack : don’t love me by F.T. Island

to be continued…………….

Advertisements